Blok Pesantren Desa Balerante - Kec. Palimanan - Kab. Cirebon 45161

.

logo

(0231) 342643 +628982697906

Blok Pesantren Desa Balerante - Kec. Palimanan - Kab. Cirebon 45161

07:30 - 19:00

Sabtu - Kamis

logo

123 456 789

info@example.com

Goldsmith Hall

New York, NY 90210

07:30 - 19:00

Monday to Friday

ghasab

GHASAB | DALAM KEHIDUPAN SANTRI

Ghosob adalah memanfaatkan barang/ benda milik orang lain tanpa izin pemiliknya. Secara bahasa ghosob yaitu {dari Syeikh Muhamad bin Qosim Al Ghozi, Syarah Fathul Qorib Almujib}  

 الغصب لغة وهو أخذ الشيئ ظلما مجاهرة

——————-

Ada satu cerita :

Wonten kyai mulang di masjid nerangno soal ghosobu utawi ghosob, iku minal kabairi setengah saking jumlah piro-piro dosa gede, jadi poro santri di mirengno ghasab iku termasuk dosa gede.

Santri ne njawab : Nggiihhh….

Kyai bar mulang ngaji mudun seko masjid nggoleki sandale gak ono di ghasab karo santri ne, lagek bar di wulangi…. sandale kyai ne di ghasab, laa….sing ngghasab yo santrine sing lungguh ngajine ning ngarep dewe.

 

Itulah sekilas cerita dalam kehidupan keseharian di Pondok Pesantren, budaya saling ghosob ini seolah-olah sudah mentradisi sebagai kenakalan umum  santri dan biasanya barang yang di ghosob hanya sandal, sepatu, kaos kaki, bolpoin, peci, baju hingga makanan.  Pengurus pondok berusaha untuk mengatasi masalah ini, tapi budaya seperti ini masih saja terjadi setiap harinya. Padahal ghosob itu termasuk sesuatu yang subhat, belum jelas antara haram dan halalnya.

Saya pernah bertanya pada Kyai, Yai…. kengeng menopo toh santri kok senenge nggasabpan….?

Kyai matur :    ngene yo…. ngghasab kanggone santri iku podo karo telek cecek ceblok neng mbanyu sing okehe banyu luwih soko rong kolah. “Telek cecek sing ceblok neng mbanyu okehe banyu luwih soko rong kolah”.  kapan ora

تغير احد اوصافه من طعم او لون او ريح بمتنجس تكتت به

“berubah salah satu sifat-sifatnya dari rasa atau warna atau bau dengan najis yang dihukumi dengannya”

kan yo ora popo…. hukume tetep suci…..dadi yo ora popo…. ning ojo nganti telek cecekke sak karung, nek telek cecekke sak karung yo najis…. artine….ojo nganti nggasab iku dilakoni mbendino.

 

Awal mula saling ghosob di pondok pesantren biasanya seperti ini: misal ada santri namanya Anton datang kemasjid bawa sandal, ketika mau pulang tiba-tiba sandalnya raib, pasti santri tersebut akan jengkel, marah dan mungkin juga akan mendoakan yang tidak baik kepada peng-ghosob, yang lebih parah lagi jika santri itu menyimpan dendam untuk balas ghosob sandal milik santri lain, terus dendam lagi, ghosob sandal santri yang lain lagi, terus menerus seperti itu, Sehingga terjadilah saling ghosob terus menerus tidak ada hentinya.

Budaya ini sebenarnya terjadi dipicu karena hidup yang apa-apa (segala sesuatunya) bersama, jadi apapun yang berada di tempat umum, artinya tidak disimpan di lemari atau sejenisnya, itu adalah milik bersama.  seperti halnya dengan makanan, makanan pun jika berada di atas lemari, atau tergletak dilantai, itu artinya Insya Allah Nikmat atau Selamat Menikmati meskipun baru beli, ditinggal pemilik sebentar ke kamar mandi (He..he…he…).

Sebenarnya apa penyebab ghosob di kalangan santri ;

  1. Adanya kebersamaan yang berlebihan, sehingga menganggap barang milik orang lain adalah miliknya. Hal ini sangat memungkinkan aksi ghosob, contoh mudahnya bila ada seorang santri mau bepergian, ternyata bajunya tidak ada yang terlihat bagus, kebetulan di catelan baju ada yang bagus yang entah milik siapa, tanpa pikir panjang langsung diembat baju tersebut. Demikian halnya dengan bolpoin, peci, celana, jika tergeletak, seolah-olah seperti dipersilahkan memakai.
  1. Kurangnya menjaga barang-barang milik sendiri, misalnya meletakan sandal tidak pada tempat yang sesuai. Ini merupakan pemicu nomor dua terjadinya ghosob, karena mungkin terjadi ghosob akibat teman lain sedang terdesak, tiba-tiba di depan sudah ada benda yang dibutuhkan, ia pasti menggunakan kesempatan tersebut. Demikian pula dengan barang-barang lain, apabila tidak diletakan di lemari atau tempat yang aman, pasti menjadi sasaran ghosob.
  2. Adanya aksi saling balas ghosob karena merasa jadi korban. Jika salah satu sudah pernah dighosob, kemungkinan besar akan balas meng-ghosob milik orang lain, karena dia akan merasa menjadi orang yang dirugikan apabila tidak meng-ghosob teman yang lain, inilah yang mengakibatkan aksi saling ghosob sulit diatasi.
  3. Balum memiliki kesadaran, dan pengetahuan tentang bahaya sering ghosob.
  4. Belum tertanamnya dalam hati bahwa ghosob itu adalah dosa.

 

# romo n@b #

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *